Rabu, 21 Maret 2012

Komitmen

      Ternyata untuk menjalani sebuah komitmen dalam suatu hubungan itu membutuhkan kesungguhan yg benar-benar mantap. Well, terbukti dengan apa yang telah saya jalani. Komitmen bukan sekedar kata-kata yg dapat terlupakan begitu saja, karena komitmen merupakan janji seiya sekata antara kedua belah pihak yg saling mencintai dan tentu saling menyayangi.
      Bagi pasangan yang sedang menjalani sebuah komitmen tentu akan ada rintangannya. Siapa saja yang melanggar komitmen, maka akan mendapatkan sanksi terhadap pribadi yg menjalani sebuah komitmen. Tidak hanya sekedar itu, kepercayaan pasangan pun akan terganggu. Apalagi bila pasangan terus mengulangi kesalahannya, menurut saya itu merupakan kerusakan komitmen yg fatal. Sulit untuk menata kembali komitmen yang telah tersirat tanpa ada keinginan yang sangat tinggi atas keseriusan menjalani komitmen.
      Mengapa saya menulis ini? Jawabannya adalah karena saya telah menjalani komitmen itu, apa yang saya tulis sama dengan yang terjadi terhadap diri saya. Akhirnya komitmen itu dihilangkan dan saya jalani hidup dengan istilah lain, yaitu pacaran. Walau kecewa dengan keadaan hubungan saya sekarang ini, tapi saya akan tetap berusaha untuk melakukan yang terbaik. Satu kalimat yg senantiasa dapat menguatkan diri saya dan saya jadikan batu loncatan untuk berusaha lebih baik lagi adalah "Alloh mempunyai rencana yg lebih baik untuk saya", saya percaya itu.
      Agar dapat terus hidup lurus benar, saya akan jalani hidup dengan rencana yang brilian. Istiqomah, keinginan saya adalah menjadi orang yang mempunyai perusahaan makanan dan pemilik saham dari sebuah perusahaan. Amin Ya Alloh Ya Robbalalamin.
      Thanks guys yang telah membaca tulisan saya ini, buatlah komitmen yang benar-benar kamu bisa menjalaninya dan hidup bahagia.

Selasa, 31 Januari 2012

Wanita, Perempuan dan Apa yang Dilakukan

Mengapa Perselingkuhan Wanita Lebih "Berbahaya" | Jika ada yang menyebut kata "selingkuh", biasanya yang pertama terlintas di pikiran kita adalah seorang playboy atau sesosok pria yang sering menyakiti hati wanita. Selingkuh seolah-olah identik dengan perilaku dan kebiasaan lelaki. Padahal kenyataannya tak begitu.

Baru-baru ini Manchester Metropolitan University di Inggris melakukan penelitian tentang perilaku berselingkuh pada wanita dan pria. Hasilnya, 20 persen pria mengaku pernah berselingkuh dari pasangannya.

Bagaimana dengan wanita? Ternyata angkanya tak jauh berbeda. Sebanyak 16 persen wanita di Inggris mengaku pernah tak setia. Tapi sebetulnya pria perlu lebih berhati-hati menjaga agar pasangannya tak berselingkuh. Penelitian lainnya tentang perselingkuhan membuktikan bahwa perselingkuhan wanita ternyata lebih "berbahaya" dibandingkan perselingkuhan pria. Bagaimana bisa?

Wanita berselingkuh jika hubungannya bermasalah
Sebagian besar pria berselingkuh karena tak dapat menahan nafsu. Bisa saja hubungannya dengan istri/kekasihnya sebetulnya tak bermasalah. Ia hanya semata tergoda oleh wanita lain atau dihadapkan pada kesempatan untuk berselingkuh yang tak dapat ia tolak. Menurut Ruth Houston, penulis buku "Is He Cheating On You", hanya 20 persen wanita yang berselingkuh karena nafsu. Sedangkan pada pria, angkanya mencapai 80 persen.

Wanita justru sebaliknya. Jika hubungannya asmaranya baik-baik saja, ia biasanya tak akan berselingkuh. Alasan utama wanita berselingkuh adalah karena ia sebetulnya tak bahagia dengan hubungannya. Alasannya bisa karena kesepian, seks yang tak memuaskan, atau kebutuhan emosi yang tak terpenuhi. Intinya ada sesuatu yang tak bisa dipenuhi oleh suami atau pasangannya itu.

Menurut Helen Fisher, PhD, antropolog biologi dan penulis buku "Why We Love", 66 persen wanita yang berselingkuh mengaku tak bahagia dalam pernikahannya. Sedangkan pada pria, angkanya hanya 44 persen.

Wanita terikat secara emosi pada selingkuhannya
Karena wanita berselingkuh dengan alasan emosional (bahasa kerennya "main hati"), biasanya akan lebih sulit pula bagi wanita untuk mengakhiri perselingkuhan tersebut. Tak jarang wanita merasa jatuh cinta pada pria idaman lain tersebut, bahkan mencintainya lebih dari pasangannya sendiri.

Ikatan emosional antara wanita dengan selingkuhannya juga lebih kuat dibandingkan pria dengan selingkuhannya. Sebuah penelitian membuktikan bahwa perselingkuhan yang dimulai atau diawali oleh sang wanita biasanya bertahan tiga kali lebih lama dibanding perselingkuhan yang dimulai oleh laki-laki.

Wanita berselingkuh dengan lebih "serius"
Pria mungkin bisa dengan mudah dan tanpa pikir panjang memutuskan untuk selingkuh. Tak demikian halnya dengan wanita. Wanita selalu memikirkan baik-baik apa risikonya jika ia berselingkuh. Jika hubungan terlarang itu dia anggap hanya buang-buang waktu, atau risikonya tak sepadan dengan kesenangannya, ia tak akan melanjutkan. Pria dapat berselingkuh berkali-kali dengan banyak wanita karena baginya itu tak berarti apa-apa, tapi bagi wanita, jika ia memutuskan untuk selingkuh artinya pria idaman lain itu istimewa.

Wanita lebih jago menyembunyikan perselingkuhan
Wanita seringkali mengetahui saat pasangannya berselingkuh, tapi tidak sebaliknya. Selain pria tak memiliki insting mendeteksi kebohongan seperti wanita, kaum wanita juga lebih piawai menyembunyikan hubungan terlarangnya. Wanita sudah terlatih untuk berbohong sejak kecil demi menjaga perasaan orang lain. Hal yang sama tak terjadi pada pria, sehingga pria biasanya merasa lebih gugup saat berbohong.


dikutip dari sebuah halaman.

Kamis, 05 Januari 2012

Workshop KOFFI Mengenai Dasar-dasar Fotografi

Dengan sajian sederhana, nonformal dan penuh rasa kekeluargaan secara khas KOFFI STFB menyajikan workshop yang ditujukan agar teman-teman anggota KOFFI dapat menjadikan materi workshop ini sebagai bekal di dalam dunia fotografi. Bapak Fauzan Zein sebagai pembimbing KOFFI mengajak dan menyarankan kepada seluruh anggota agar menggunakan kamera DSLR sebagai media apresiasi, untuk menyalurkan kreativitas teman-teman KOFFI. STFB, Bandung Timur, 5 January 2012.

Selasa, 03 Januari 2012

Tiada Yang Lain

G C
hari terpaut dalam kisah yang hangat
Am D
akaaaaan cinta      
G C
kisah terajut ini damai terasa
Am d
semua indah      
Em c
aku akan selalu ada      
G D
di kisah ini bersamamu
Em G C D
rumit rasanya gilaaaaa...         


G D    C D
sekian lama ku nantikan, cinta...
   G     D C D
tiada yang lain diri mu, untuk ku....
G   D C D
tak ku simpan rasa ini tuk yang lain....
   G  D C D
hanya diri mu yang ku maksud oh kasih ku....


suasana kelam, riang pun telah datang,

 malam senang

terlihat manis bunga di sebrang hati

 tenang ku mulai

 rasakan cinta

dalam hatiku kepada mu

resah terasa hebat.....

Kita Kaji Bersama

Doktrine itu sangat bebahaya ya? bisa sampai terbawa jauh di luar kebiasaan sebelumnya. Kalau positive sih bagus, tapi kalau negative moral bangsa ini akan semakin terpuruk. Gmn menurut temen-temen?
KRL di Bogor, masi aja nekad kan orang-orang pada naik ke atas atap gerbong KRL, kalo selamet ketangkep petugas, kalo enggak kan meninggal juga., ini kebiasaan yg diturunkan oleh para penjajah bangsa kita dulu nih, yang di turunkan melalui doktrine.

- Budaya Antree

- Budaya Buang sampah

- Budaya Korupsi

- Budaya berkhianat, dll.

Iya kan?
akan lebih bahaya lagi nih kalo doktrine negative jatuh kepada pelajar, ujung2nya pelajar ini menjadi calon pelaksana contoh di atas.

Biar tulisan ini ga hanya sekedar tulisan, kepada temen-temen yuk kita mari Introspeksi diri dan mengkaji apa si yang sebenarnya membuat kita terpengaruh. Setelah itu yuk kita mari menyusun strategi biar diri kita bisa memilah dan memilih yang baik-baiknya saja. Selanjutnya kita terapkan strategi baik yang telah kita buat dan tersusun ini ke dalam kehidupan kita. Biar bangsa kita sejahtera.

Indonesia Pasti Bisa

Senin, 02 Januari 2012

Tahun Baru 2012

Entah sial atau apa, aku duduk di kursi bambu panjang sambil meluhat lalu-lalang kendaraan bermotor di pinggir kiri jalan Bkr. Entah terbiasa atau terpaksa aku ada di sini, sendiri dan meratapi keusangan hati ini. Kenapa tidak? Rasa sayang untuk kasih ku ini begitu besar. Tapi aku rasa aku dipermainkan di tengah perekonomian seorang wanita yang aku sayangi, aku kasihi dan aku cintai. Entah apa yang dipikirkannya, kurang didikankah? Sehingga pria lain ia sentuh tanpa pemikiran awal terlebih dahulu. Kita tau semua orang, khususnya pria memiliki nafsu birahi, tapi ia tidak menghiraukannya. Sekalipun itu terjadi di depan mata aku yang sedang berada dalam penantiannya pulang kantor. Itu renungan di malam tahun baru 2012.

Terulanglah lagi di hari kedua pada tahun baru 2012, aku lewati lalu aku ratapi. Kembali ia menoreh sakit yang dulu sempat aku kubur. Tidak pernah tahu ia akan melakukannya berapa kali lagi setelah ia bersumpah dan berjanji. Mungkin JANJI PALSU lagi.

Konfirmasi dan konfirmasi aku. Tapi, sekali lagi tidak. Kecewapun datang lagi. Ia ulangi lagi dan lagi kesalahannya dan lupakan sumpahnya. Rasanya pengorbanan ini percuma, tapi aku sayanginya. Itulah aku.
Alasan tugas, ia ke Baleendah dengan siapa? Konfirmasi 0%, aku selalu berharap ia sadar akan kesakitanku. Tetapi ia tidak merubahnya sedikitpun. Selalu dan selalu membuat aku sakit hati.

Telah lama aku berharap akan keindahan suatu komitment, mungkin belum waktunya aku merasakan keindahan itu.

Bersyukur ada teman yang mau mendengarkan cerita sakit hati ini. Dengan akhirnya aku harus bersabar dan belajar ilmu ikhlas. Ikhlas kawan, sabar karena yakinlah Alloh pasti akan membalas kebaikan. Temukan masalah ini sebagai maksud baik di hari mendatang. Amin. Semoga besok akan menjadi lebih baik dari keadaan kemarin dan hari ini. Amin.

Hari ketiga telah datang, dan rasa sakit itu malah semakin menjadi. Karena kejadian kemarin telah terulang. Tidakkah cukup?
Tidak.
Aku terapkan keikhlasan di dalam hati ini, dan yakin akan keagungan Alloh SWT. Pasti ia akan menggantinya dengan sesuatu yang lain.

Harapan aku lontarkan lagi, semoga esok lebih baik dari hari ini. Amin