Entah sial atau apa, aku duduk di kursi bambu panjang sambil meluhat lalu-lalang kendaraan bermotor di pinggir kiri jalan Bkr. Entah terbiasa atau terpaksa aku ada di sini, sendiri dan meratapi keusangan hati ini. Kenapa tidak? Rasa sayang untuk kasih ku ini begitu besar. Tapi aku rasa aku dipermainkan di tengah perekonomian seorang wanita yang aku sayangi, aku kasihi dan aku cintai. Entah apa yang dipikirkannya, kurang didikankah? Sehingga pria lain ia sentuh tanpa pemikiran awal terlebih dahulu. Kita tau semua orang, khususnya pria memiliki nafsu birahi, tapi ia tidak menghiraukannya. Sekalipun itu terjadi di depan mata aku yang sedang berada dalam penantiannya pulang kantor. Itu renungan di malam tahun baru 2012.
Terulanglah lagi di hari kedua pada tahun baru 2012, aku lewati lalu aku ratapi. Kembali ia menoreh sakit yang dulu sempat aku kubur. Tidak pernah tahu ia akan melakukannya berapa kali lagi setelah ia bersumpah dan berjanji. Mungkin JANJI PALSU lagi.
Konfirmasi dan konfirmasi aku. Tapi, sekali lagi tidak. Kecewapun datang lagi. Ia ulangi lagi dan lagi kesalahannya dan lupakan sumpahnya. Rasanya pengorbanan ini percuma, tapi aku sayanginya. Itulah aku.
Alasan tugas, ia ke Baleendah dengan siapa? Konfirmasi 0%, aku selalu berharap ia sadar akan kesakitanku. Tetapi ia tidak merubahnya sedikitpun. Selalu dan selalu membuat aku sakit hati.
Telah lama aku berharap akan keindahan suatu komitment, mungkin belum waktunya aku merasakan keindahan itu.
Bersyukur ada teman yang mau mendengarkan cerita sakit hati ini. Dengan akhirnya aku harus bersabar dan belajar ilmu ikhlas. Ikhlas kawan, sabar karena yakinlah Alloh pasti akan membalas kebaikan. Temukan masalah ini sebagai maksud baik di hari mendatang. Amin. Semoga besok akan menjadi lebih baik dari keadaan kemarin dan hari ini. Amin.
Hari ketiga telah datang, dan rasa sakit itu malah semakin menjadi. Karena kejadian kemarin telah terulang. Tidakkah cukup?
Tidak.
Aku terapkan keikhlasan di dalam hati ini, dan yakin akan keagungan Alloh SWT. Pasti ia akan menggantinya dengan sesuatu yang lain.
Harapan aku lontarkan lagi, semoga esok lebih baik dari hari ini. Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar