CB 125 SE ujarnya,
motor tua kelahiran tahun 75 ini diadopsi oleh kakak ku Pepep Ferdiansyah. Di temukan di salah satu situs ajang promosi di internet, lalu dipungut di daerah Sarijadi Kota Bandung. Saat itu, adopsiannya berada dalam kondisi yang memprihatinkan, mesin tidak menyala.
Tapi, walaupun mesinnya tidak menyala Kakak ku keukeuh ingin mengadopsinya. Tak terlalu buruk memang, cat merah menyalanya sungguh menawan. Itu juga merupakan daya tarik dari motor yang telah berusia 36 tahun ini. Di sokong dengan pernyataan jual butuh dan dengan harganya yang menawan pula, kepala 3, Kakak ku tak lama untuk berpikir. Jadi katanya.

Recound bang, tak sia-sia si merah menawan pun akhirnya dapat menunjukan keggahannya yang sempat terkubur. Tapi masih ada masalah yang ia derita, "ngehank" si mesin cepat panas dan selalu mati. Tak puas oleh itu, Kakak ku pun memboyong si merah menawannya lagi ke bengkel pribadinya.
Tahap demi tahap pembedelan mesin pun terjadi, satu-persatu masalah dapat di selesaikan. Sampailah pada akhirnya si merah menawan pun kembali bugar. Greng-greng.....
(Kakak ku terlihat bahagia dan bangga).
"Akhirnya, si kasep bisa menemani perjalanan ku". Begitu katanya.
Kabarpun sampai kepada penggila motor CB, katanya "Kalo keadaan motornya segar dan masih ori, saya berani beli 9jt". Muantap, tapi Kakak ku enggan untuk mengeksekusinya. Dia bilang "udah cinta sama si kasep merah menawan". Sambil tersenyum simpul.
Merekapun hidup bahagia, sampai saat ini.
Potret diambil dengan ISO 800, Shutter Speed 1/30.
Pada hari Jum'at, 14 Oktober 2011.
Di Jalan Komplek Bumi Orange Cibiru.
Jam 22.00 WSTMPT.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar