Senin, 28 November 2011

KELAPERAN GARA-GARA DUIT BARU INI


Sebelah kiri uang lama tahun 2009, yang kanan uang baru tahun 2011. 
Ga jauh berbeda memang, cuma ada penambahan beberapa gambar dan warna. Coba perhatikan uang baru yang sebelah kanan. Di bagian yang bergambar I gusti Ngurah Rai ada penambahan dua segitiga terbalik, lalu ada gambar bulet-bulet di sekitar tanda bayangan. Terdapat pula warna uang tersebut yang mendekati warna orange. 

Gara-gara uang baru ini nih, 
Kemarin Minggu, 27 Nov 2011 saya dan teman-teman belajar untuk menghadapi UTS Praktikum di Kampus kami STFB. Sebelum belajar lebih jauh saya merasa lapar. Ga berpikir panjang, saya kepikiran sama makanan anget bawan atau bala-bala dalam bahasa sunda. Nah pergi lah saya ke tempat yang jual bala-bala itu. Harga bala-bala itu Rp. 500,-/bala-bala. Hmm, belilah 10 bala-bala. 
Ku bayarlah itu bala-bala seharha Rp. 5000,-, dengan PD saya mengeluarkan uang Rp. 50.000,-. 
Tak tumbas iki bala-bala. 
Lama nunggu eh dia bilang kagak ada kembalian, tapi mungkin dia pikir sayang kalo kagak dibeli. 
Akhirnya dia buka dompetnya, dilihat, diraba, diterawang dan dibandingkanlah uang Rp. 50.000,- saya dengan punya dia. Eh dia bilang "ini uang apa? dapet dari mana?, Kok beda si sama uang Rp. 50.000,- punya saya". 
Mana saya tau, wong saya dapet uang itu di studio dua satu. 
Saya bilang, "ya udah bang kalo kagak yakin, saya ambil lagi aja uang saya. nih bala-bala e". 
Dengan mupeng saya pura-pura ridho tu bala-bala dituang kembali ke tempatnya. 

Apa boleh buat, nasib-nasib. Lapar terus melanda dan ku tahanlah sampai besoknya. 
 Caur.

DISKUSI PEREMPUAN & FOTOGRAFI

Bincang Buku Membidik Peristiwa Menjadi Berita Bersama Regina Safri/Rere (Pewarta Foto
Lkbn Antara Yogya), 28 November 2011 di jl. Bengawan 23 Bdg/ Papyrus Foto,pukul 14.00 WIB.










Menurut Mbak Rere ini, kadang kala seseorang atau seorang fotografer ingin melengkapi karyanya
dengan foto yang mengandung berita. Untuk itu, sebagai Pewarta Foto ia menulis cara dan trik
untuk memudahkan rekan-rekan fotografer untuk berkarya fotografi dalam lingkupan berita yang
ia tuangkan dalam bukunya itu.




Demikian acara Bincang Buku Membidik Peristiwa Menjadi Berita Bersama Regina Safri/Rere (Pewarta Foto Lkbn. Antara Yogya). Congratulation to Mbak Rere ya.

Selasa, 22 November 2011

Pernah Ada: KLJI Bandung Di FISIP UNPAD

Pernah Ada: KLJI Bandung Di FISIP UNPAD: Iya lagi-lagi PINHOLE Bandung diundang ke acara kampus. Kali ini PINHOLE Bandung diundang untuk mengisi acara Antrophology Festival di FISIP...

Pernah Ada: Kamera Lubang Jarum Memanfaatkan Benda yang Tak Te...

Pernah Ada: Kamera Lubang Jarum Memanfaatkan Benda yang Tak Te...: Beberapa contoh Kamera Lubang Jarum memanfaatkan benda yang tak terpakai (reuse). Pemanfaatan bekas bungkus rokok yang dijadikan kamer...

Kamera Lubang Jarum Memanfaatkan Benda yang Tak Terpakai

Beberapa contoh Kamera Lubang Jarum memanfaatkan benda yang tak terpakai (reuse).



Pemanfaatan bekas bungkus rokok yang dijadikan kamera lubang jarum

Ini kamera lubang jarum dengan bahan baku dari bungkus kayu api, menggunakan film sebagai media penyerap cahaya

Nah yang ini memanfaatkan bahan baku kaleng bekas permen untuk dijadikan kamera


Semoga bermanfaat.

KLJI Bandung Di FISIP UNPAD

Iya lagi-lagi PINHOLE Bandung diundang ke acara kampus. Kali ini PINHOLE Bandung diundang untuk mengisi acara Antrophology Festival di FISIP UNPAD Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Pada hari Selasa, 22 November 2011, pukul 08.00 s/d 15.00 WIB. Satu hari penuh PINHOLE Bandung memberikan workshop materi mengenai KLJ, sudah pada tahu kan? Ya, Kamera Lubang Jarum.
Walau cuaca tampak kurang mendukung. Namun, teman-teman dari UNPAD mengikuti Workshop dengan hidmat dan meriah mendengarkan materi dan mencoba Kamera Lubang Jarum yang disajikan oleh PINHOLE Bandung. Ini dia beberapa gambar yang berhasil saya dapat dari kegiatan tersebut.

Proses pengambilan gambar menggunakan Kamera Lubang Jarum.

Kamera dengan bahan baku kertas duplek

Kamera dengan bahan baku kertas duplek

Kamera dengan bahan baku tetra pack

Kamera dengan bahan baku kertas duplek

Kamar gelap untuk proses pencucian kertas foto

Proses Pengeringan dengan cara diangin-anginkan

Ini dia hasilnya

Berikut beberapa pelaku dalam pengambilan foto



Nah demikian berita kali ini, semoga bermanfaat. 
Sampai jumpa di acara berikutnya.

Copyright by fajar catcher.

Senin, 21 November 2011

Pernah Ada: Capoeira

Pernah Ada: Capoeira: Auregional C apoeira merupakan sebuah olah raga bela diri yang dikembangkan oleh para budak Afrika di Brasil pada sekitar tahun 1500-an....

Capoeira

Auregional
Capoeira merupakan sebuah olah raga bela diri yang dikembangkan oleh para budak Afrika di Brasil pada sekitar tahun 1500-an. Gerakan dalam capoeira menyerupai tarian dan bertitik berat pada tendangan. Pertarungan dalam capoeira biasanya diiringi oleh musik dan disebut Jogo. Capoeira sering dikritik karena banyak orang meragukan keampuhannya dalam pertarungan sungguhan, dibanding seni bela diri lainnya seperti Karate atau Taekwondo.
Capoeira adalah sebuah sistem bela diri tradisional yang didirikan di Brazil oleh budak-budak Afrika yang dibawa oleh orang-orang Portugis ke Brazil untuk bekerja di perkebunan-perkebunan besar. Pada zaman dahulu mereka melalukan latihan dengan diiringi oleh alat-alat musik tradisional, seperti berimbau (sebuah lengkungan kayu dengan tali senar yang dipukul dengan sebuah kayu kecil untuk menggetarkannya) dan atabaque (gendang besar), dan ini juga lebih mudah bagi mereka untuk menyembunyikan latihan mereka dalam berbagai macam aktivitas seperti kesenangan dalam pesta yang dilakukan oleh para budak di tempat tinggal mereka yang bernama senzala. Ketika seorang budak melarikan diri ia akan dikejar oleh “pemburu” profesional bersenjata yang bernama capitães-do-mato (kapten hutan). Biasanya capoeira adalah satu-satunya bela diri yang dipakai oleh budak tersebut untuk mempertahankan diri. Pertarungan mereka biasanya terjadi di tempat lapang dalam hutan yang dalam bahasa tupi-guarani (salah satu bahasa pribumi di Brazil) disebut caá-puêra – beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa inilah asal dari nama seni bela diri tersebut. Mereka yang sempat melarikan diri berkumpul di desa-desa yang dipagari yang bernama quilombo, di tempat yang susah dicapai. Quilombo yang paling penting adalah Palmares yang mana penduduknya pernah sampai berjumlah sepuluh ribu dan bertahan hingga kurang lebih selama enam puluh tahun melawan kekuasaan yang mau menginvasi mereka. Ketua mereka yang paling terkenal bernama Zumbi. Ketika hukum untuk menghilangkan perbudakan muncul dan Brazil mulai mengimport pekerja buruh kulit putih dari negara-negara seperti Portugal, Spanyol dan Italia untuk bekerja di pertanian, banyak orang negro terpaksa berpindah tempat tinggal ke kota-kota, dan karena banyak dari mereka yang tidak mempunyai pekerjaan mulai menjadi penjahat. Capoeira, yang sudah menjadi urban dan mulai dipelajari oleh orang-orang kulit putih, di kota-kota seperti Rio de Janeiro, Salvador da Bahia dan Recife, mulai dilihat oleh publik sebagai permainan para penjahat dan orang-orang jalanan, maka muncul hukum untuk melarang Capoeira. Sepertinya pada waktu itulah mereka mulai menggunakan pisau cukur dalam pertarungannya, ini merupakan pengaruh dari pemain capoeira yang berasal dari Portugal dan menyanyikan fado (musik tradisional Portugis yang mirip dengan keroncong). Pada waktu itu juga beberapa sektor yang rasis dari kaum elit Brazil berteriak melawan pengaruh Afrika dalam kebudayaan negara, dan ingin “memutihkan” negara mereka. Setelah kurang lebih setengah abad berada dalam klandestin, dan orang-orang mepelajarinya di jalan-jalan tersembunyi dan di halaman-halaman belakang rumah, Manuel dos Reis Machado, Sang Guru (Mestre) Bimba, mengadakan sebuah pertunjukan untuk Getúlio Vargas, presiden Brazil pada waktu itu, dan ini merupakan permulaan yang baru untuk capoeira. Mulai didirikan akademi-akademi, agar publik dapat mempelajari permainan capoeira. Nama-nama yang paling penting pada masa itu adalah Vicente Ferreira Pastinha (Sang Guru Pastinha), yang mengajarkan aliran “Angola”, yang sangat tradisional, dan Mestre Bimba, yang mendirikan aliran dengan beberapa inovasi yang ia namakan “Regional”.
Sejak masa itu hingga masa sekarang capoeira melewati sebuah perjalanan yang panjang. Saat ini capoeira dipelajari hampir di seluruh dunia, dari Portugal sampai ke Norwegia, dari Amerika Serikat sampai ke Australia, dari Indonesia sampai ke Jepang. Di Indonesia capoeira sudah mulai dikenal banyak orang, disamping kelompok yang ada di Yogyakarta, juga terdapat beberapa kelompok di Jakarta. Banyak pemain yang yang berminat mempelajari capoeira karena lingkungannya yang santai dan gembira, tidak sama dengan disiplin keras yang biasanya terdapat dalam sistem bela diri dari Timur. Seperti yang pernah dikatakan oleh seorang penulis besar dari Brazil Jorge Amado, ini “pertarungan yang paling indah di seluruh dunia, karena ini juga sebuah tarian”. Dalam capoeira teknik gerakan dasar dimulai dari “ginga” dan bukan dari posisi berhenti yang merupakan karateristik dari karate, taekwondo, pencak silat, wushu kung fu, dll...; ginga adalah gerakan-gerakan tubuh yang berkelanjutan dan bertujuan untuk mencari waktu yang tepat untuk menyerang atau mempertahankan diri, yang sering kali adalah menghindarkan diri dari serangan. Dalam roda para pemain capoeira mengetes diri mereka, lewat permainan pertandingan, di tengah lingkaran yang dibuat oleh para pemain musik dengan alat-alat musik Afrika dan menyanyikan bermacam-macam lagu, dan pemain lainnya bertepuk tangan dan menyanyikan bagian refrein. Lirik lagu-lagu itu tentang sejarah kesenian tersebut, guru besar pada waktu dulu dan sekarang, tentang hidup dalam masa perbudakan, dan perlawanan mencapai kemerdekaan. Gaya bermain musik mempunyai perbedaan ritme untuk bermacam-macam permainan capoeira, ada yang perlahan dan ada juga yang cepat.
Capoeira tidak saja menjadi sebuah kebudayaan, tetapi juga sebuah olahraga nasional Brazil, dan para guru dari negara tersebut membuat capoeira menjadi terus menerus lebih internasional, mengajar di kelompok-kelompok mahasiswa, bermacam-macam fitness center, organisasi-organisasi kecil, dll. Siswa-siswa mereka belajar menyanyikan lagu-lagu Capoeira dengan bahasa Portugis – “Capoeira é prá homi, / mininu e mulhé...” (Capoeira untuk laki-laki, / anak-anak dan perempuan).
Di Indonesia, sama seperti di negara-negara yang lain, kemungkinan Capoeira akan semakin berkembang.
Beberapa gerakan dalam Capoeira:
  1. Ginga
  2. Handstand
  3. Backflip
  4. Headspin
  5. Handstand Whirling


Here we are, Je Capueira Senzala Indonesia 
Pharmacia Bandung  


Jarot as a leader of Capoeira Senzala Indonesia Pharmacia Bandung Maestre Oke















Komunitas Capueira baru-baru ini terbentuk di Kampus Sekolah Tinggi Farmasi Bandung, Jln. Soekarno Hatta No. 754 Bandung 40614.
Berminat untuk gabung? Dateng aja ke kampus STFB. Salve!