Rasa dimana kebersamaan itu terjalin, keren.
Rindu, mungkin menjadi satu kata yang tepat untuk mengambarkan suasana pada saat ini.
Kamis, 29 Desember 2011
Kamis, 22 Desember 2011
Bahan Introspeksi Diri
Oke guys semua memang terasa melayang, terombang-ambing. Dalam hidup yang indah ini tentu semua orang mendambakan kehidupan yang indah pula, that’s right. Namun ada kalaya hidup ini tidak cuma yang indah-indah. Taulah hidup ini dinamis seiring dengan rotasi, yang pasti berubah-ubah.
Nah guys semua orang tentu pernah merasakan kebahagiaan dan kesedihan, percaya atau tidak kebahagiaan dan kesedihan ini tergantung dari diri kita sendiri loh. Kalau kita merasa bahagia tentu buah dari hasil kerja keras, keberuntungan, rajin, rapi, kebaikan, pokoknya perfectionist deh. Nah kalau kesedihan tentunya datang dari atau akibat dari kemalasan, mungkin karena ada faktor tidak beruntung, kalau bekerja tidak pernah tuntas, urakan, dan lain sebagainya. Ada istilah bagus nih “Usaha=hasil”, dari kata saja sudah berbeda, apalagi artinya. Namun ternyata dua kata itu memiliki kesinambungan bila kita cermati, usaha sama dengan hasil ini berarti bahwa setiap usaha yang kita lakukan akan sebanding dengan hasil yang akan kita dapatkan.
Mimpi buruk, inilah guys yang selama ini kita takuti. Tapi ternyata konon mimpi buruk ini bisa sirna bila kita menghadapi dan melakukan apapun dengan baik, terbaik dan paling baik, tentunya sesuai dengan apa yang telah Nabi kita lakukan. Iman, takwa. Itu saja modalnya.
Ngomong – ngomong kalian gitu ga? Kalo saya si belum bisa. Tapi saya selalu bermimpi dimana saya bisa memposisikan diri di jalan yang paling tepat dimata Tuhan Yang Maha Esa, Alloh SWT. Cuma saya belum bisa menemukan cara menuju jalan itu. Gimana ya? Ya yang penting lakukan yang terbaik dari yang terbaik aja deh. Bener ga guys?
Hahaha, mudah-mudahan tulisan ini bisa sedikit membuka hati para pembaca sekalian nih. Semoga bermanfaat and still positive. I love you all.
Senin, 28 November 2011
KELAPERAN GARA-GARA DUIT BARU INI
Sebelah kiri uang lama tahun 2009, yang kanan uang baru tahun 2011.
Ga jauh berbeda memang, cuma ada penambahan beberapa gambar dan warna. Coba perhatikan uang baru yang sebelah kanan. Di bagian yang bergambar I gusti Ngurah Rai ada penambahan dua segitiga terbalik, lalu ada gambar bulet-bulet di sekitar tanda bayangan. Terdapat pula warna uang tersebut yang mendekati warna orange.
Gara-gara uang baru ini nih,
Kemarin Minggu, 27 Nov 2011 saya dan teman-teman belajar untuk menghadapi UTS Praktikum di Kampus kami STFB. Sebelum belajar lebih jauh saya merasa lapar. Ga berpikir panjang, saya kepikiran sama makanan anget bawan atau bala-bala dalam bahasa sunda. Nah pergi lah saya ke tempat yang jual bala-bala itu. Harga bala-bala itu Rp. 500,-/bala-bala. Hmm, belilah 10 bala-bala.
Ku bayarlah itu bala-bala seharha Rp. 5000,-, dengan PD saya mengeluarkan uang Rp. 50.000,-.
Tak tumbas iki bala-bala.
Lama nunggu eh dia bilang kagak ada kembalian, tapi mungkin dia pikir sayang kalo kagak dibeli.
Akhirnya dia buka dompetnya, dilihat, diraba, diterawang dan dibandingkanlah uang Rp. 50.000,- saya dengan punya dia. Eh dia bilang "ini uang apa? dapet dari mana?, Kok beda si sama uang Rp. 50.000,- punya saya".
Mana saya tau, wong saya dapet uang itu di studio dua satu.
Saya bilang, "ya udah bang kalo kagak yakin, saya ambil lagi aja uang saya. nih bala-bala e".
Dengan mupeng saya pura-pura ridho tu bala-bala dituang kembali ke tempatnya.
Apa boleh buat, nasib-nasib. Lapar terus melanda dan ku tahanlah sampai besoknya.
Caur.
DISKUSI PEREMPUAN & FOTOGRAFI
Bincang Buku Membidik Peristiwa Menjadi Berita Bersama Regina Safri/Rere (Pewarta Foto
Lkbn Antara Yogya), 28 November 2011 di jl. Bengawan 23 Bdg/ Papyrus Foto,pukul 14.00 WIB.
Menurut Mbak Rere ini, kadang kala seseorang atau seorang fotografer ingin melengkapi karyanya
dengan foto yang mengandung berita. Untuk itu, sebagai Pewarta Foto ia menulis cara dan trik
untuk memudahkan rekan-rekan fotografer untuk berkarya fotografi dalam lingkupan berita yang
ia tuangkan dalam bukunya itu.
Lkbn Antara Yogya), 28 November 2011 di jl. Bengawan 23 Bdg/ Papyrus Foto,pukul 14.00 WIB.
dengan foto yang mengandung berita. Untuk itu, sebagai Pewarta Foto ia menulis cara dan trik
untuk memudahkan rekan-rekan fotografer untuk berkarya fotografi dalam lingkupan berita yang
ia tuangkan dalam bukunya itu.
Demikian acara Bincang Buku Membidik Peristiwa Menjadi Berita Bersama Regina Safri/Rere (Pewarta Foto Lkbn. Antara Yogya). Congratulation to Mbak Rere ya.
Jumat, 25 November 2011
Selasa, 22 November 2011
Pernah Ada: KLJI Bandung Di FISIP UNPAD
Pernah Ada: KLJI Bandung Di FISIP UNPAD: Iya lagi-lagi PINHOLE Bandung diundang ke acara kampus. Kali ini PINHOLE Bandung diundang untuk mengisi acara Antrophology Festival di FISIP...
Pernah Ada: Kamera Lubang Jarum Memanfaatkan Benda yang Tak Te...
Pernah Ada: Kamera Lubang Jarum Memanfaatkan Benda yang Tak Te...: Beberapa contoh Kamera Lubang Jarum memanfaatkan benda yang tak terpakai (reuse). Pemanfaatan bekas bungkus rokok yang dijadikan kamer...
Kamera Lubang Jarum Memanfaatkan Benda yang Tak Terpakai
Beberapa contoh Kamera Lubang Jarum memanfaatkan benda yang tak terpakai (reuse).
Semoga bermanfaat.
| Pemanfaatan bekas bungkus rokok yang dijadikan kamera lubang jarum |
![]() |
| Ini kamera lubang jarum dengan bahan baku dari bungkus kayu api, menggunakan film sebagai media penyerap cahaya |
![]() |
| Nah yang ini memanfaatkan bahan baku kaleng bekas permen untuk dijadikan kamera |
Semoga bermanfaat.
KLJI Bandung Di FISIP UNPAD
Iya lagi-lagi PINHOLE Bandung diundang ke acara kampus. Kali ini PINHOLE Bandung diundang untuk mengisi acara Antrophology Festival di FISIP UNPAD Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Pada hari Selasa, 22 November 2011, pukul 08.00 s/d 15.00 WIB. Satu hari penuh PINHOLE Bandung memberikan workshop materi mengenai KLJ, sudah pada tahu kan? Ya, Kamera Lubang Jarum.
Walau cuaca tampak kurang mendukung. Namun, teman-teman dari UNPAD mengikuti Workshop dengan hidmat dan meriah mendengarkan materi dan mencoba Kamera Lubang Jarum yang disajikan oleh PINHOLE Bandung. Ini dia beberapa gambar yang berhasil saya dapat dari kegiatan tersebut.
Nah demikian berita kali ini, semoga bermanfaat.
Walau cuaca tampak kurang mendukung. Namun, teman-teman dari UNPAD mengikuti Workshop dengan hidmat dan meriah mendengarkan materi dan mencoba Kamera Lubang Jarum yang disajikan oleh PINHOLE Bandung. Ini dia beberapa gambar yang berhasil saya dapat dari kegiatan tersebut.
Proses pengambilan gambar menggunakan Kamera Lubang Jarum.
| Kamera dengan bahan baku kertas duplek |
| Kamera dengan bahan baku kertas duplek |
| Kamera dengan bahan baku tetra pack |
| Kamera dengan bahan baku kertas duplek |
| Kamar gelap untuk proses pencucian kertas foto |
| Proses Pengeringan dengan cara diangin-anginkan |
| Ini dia hasilnya |
| Berikut beberapa pelaku dalam pengambilan foto |
Nah demikian berita kali ini, semoga bermanfaat.
Sampai jumpa di acara berikutnya.
Copyright by fajar catcher.
Senin, 21 November 2011
Pernah Ada: Capoeira
Pernah Ada: Capoeira: Auregional C apoeira merupakan sebuah olah raga bela diri yang dikembangkan oleh para budak Afrika di Brasil pada sekitar tahun 1500-an....
Capoeira
![]() |
| Auregional |
Capoeira adalah sebuah sistem bela diri tradisional yang didirikan di Brazil oleh budak-budak Afrika yang dibawa oleh orang-orang Portugis ke Brazil untuk bekerja di perkebunan-perkebunan besar. Pada zaman dahulu mereka melalukan latihan dengan diiringi oleh alat-alat musik tradisional, seperti berimbau (sebuah lengkungan kayu dengan tali senar yang dipukul dengan sebuah kayu kecil untuk menggetarkannya) dan atabaque (gendang besar), dan ini juga lebih mudah bagi mereka untuk menyembunyikan latihan mereka dalam berbagai macam aktivitas seperti kesenangan dalam pesta yang dilakukan oleh para budak di tempat tinggal mereka yang bernama senzala. Ketika seorang budak melarikan diri ia akan dikejar oleh “pemburu” profesional bersenjata yang bernama capitães-do-mato (kapten hutan). Biasanya capoeira adalah satu-satunya bela diri yang dipakai oleh budak tersebut untuk mempertahankan diri. Pertarungan mereka biasanya terjadi di tempat lapang dalam hutan yang dalam bahasa tupi-guarani (salah satu bahasa pribumi di Brazil) disebut caá-puêra – beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa inilah asal dari nama seni bela diri tersebut. Mereka yang sempat melarikan diri berkumpul di desa-desa yang dipagari yang bernama quilombo, di tempat yang susah dicapai. Quilombo yang paling penting adalah Palmares yang mana penduduknya pernah sampai berjumlah sepuluh ribu dan bertahan hingga kurang lebih selama enam puluh tahun melawan kekuasaan yang mau menginvasi mereka. Ketua mereka yang paling terkenal bernama Zumbi. Ketika hukum untuk menghilangkan perbudakan muncul dan Brazil mulai mengimport pekerja buruh kulit putih dari negara-negara seperti Portugal, Spanyol dan Italia untuk bekerja di pertanian, banyak orang negro terpaksa berpindah tempat tinggal ke kota-kota, dan karena banyak dari mereka yang tidak mempunyai pekerjaan mulai menjadi penjahat. Capoeira, yang sudah menjadi urban dan mulai dipelajari oleh orang-orang kulit putih, di kota-kota seperti Rio de Janeiro, Salvador da Bahia dan Recife, mulai dilihat oleh publik sebagai permainan para penjahat dan orang-orang jalanan, maka muncul hukum untuk melarang Capoeira. Sepertinya pada waktu itulah mereka mulai menggunakan pisau cukur dalam pertarungannya, ini merupakan pengaruh dari pemain capoeira yang berasal dari Portugal dan menyanyikan fado (musik tradisional Portugis yang mirip dengan keroncong). Pada waktu itu juga beberapa sektor yang rasis dari kaum elit Brazil berteriak melawan pengaruh Afrika dalam kebudayaan negara, dan ingin “memutihkan” negara mereka. Setelah kurang lebih setengah abad berada dalam klandestin, dan orang-orang mepelajarinya di jalan-jalan tersembunyi dan di halaman-halaman belakang rumah, Manuel dos Reis Machado, Sang Guru (Mestre) Bimba, mengadakan sebuah pertunjukan untuk Getúlio Vargas, presiden Brazil pada waktu itu, dan ini merupakan permulaan yang baru untuk capoeira. Mulai didirikan akademi-akademi, agar publik dapat mempelajari permainan capoeira. Nama-nama yang paling penting pada masa itu adalah Vicente Ferreira Pastinha (Sang Guru Pastinha), yang mengajarkan aliran “Angola”, yang sangat tradisional, dan Mestre Bimba, yang mendirikan aliran dengan beberapa inovasi yang ia namakan “Regional”.
Sejak masa itu hingga masa sekarang capoeira melewati sebuah perjalanan yang panjang. Saat ini capoeira dipelajari hampir di seluruh dunia, dari Portugal sampai ke Norwegia, dari Amerika Serikat sampai ke Australia, dari Indonesia sampai ke Jepang. Di Indonesia capoeira sudah mulai dikenal banyak orang, disamping kelompok yang ada di Yogyakarta, juga terdapat beberapa kelompok di Jakarta. Banyak pemain yang yang berminat mempelajari capoeira karena lingkungannya yang santai dan gembira, tidak sama dengan disiplin keras yang biasanya terdapat dalam sistem bela diri dari Timur. Seperti yang pernah dikatakan oleh seorang penulis besar dari Brazil Jorge Amado, ini “pertarungan yang paling indah di seluruh dunia, karena ini juga sebuah tarian”. Dalam capoeira teknik gerakan dasar dimulai dari “ginga” dan bukan dari posisi berhenti yang merupakan karateristik dari karate, taekwondo, pencak silat, wushu kung fu, dll...; ginga adalah gerakan-gerakan tubuh yang berkelanjutan dan bertujuan untuk mencari waktu yang tepat untuk menyerang atau mempertahankan diri, yang sering kali adalah menghindarkan diri dari serangan. Dalam roda para pemain capoeira mengetes diri mereka, lewat permainan pertandingan, di tengah lingkaran yang dibuat oleh para pemain musik dengan alat-alat musik Afrika dan menyanyikan bermacam-macam lagu, dan pemain lainnya bertepuk tangan dan menyanyikan bagian refrein. Lirik lagu-lagu itu tentang sejarah kesenian tersebut, guru besar pada waktu dulu dan sekarang, tentang hidup dalam masa perbudakan, dan perlawanan mencapai kemerdekaan. Gaya bermain musik mempunyai perbedaan ritme untuk bermacam-macam permainan capoeira, ada yang perlahan dan ada juga yang cepat.
Capoeira tidak saja menjadi sebuah kebudayaan, tetapi juga sebuah olahraga nasional Brazil, dan para guru dari negara tersebut membuat capoeira menjadi terus menerus lebih internasional, mengajar di kelompok-kelompok mahasiswa, bermacam-macam fitness center, organisasi-organisasi kecil, dll. Siswa-siswa mereka belajar menyanyikan lagu-lagu Capoeira dengan bahasa Portugis – “Capoeira é prá homi, / mininu e mulhé...” (Capoeira untuk laki-laki, / anak-anak dan perempuan).
Di Indonesia, sama seperti di negara-negara yang lain, kemungkinan Capoeira akan semakin berkembang.
Beberapa gerakan dalam Capoeira:
- Ginga
- Handstand
- Backflip
- Headspin
- Handstand Whirling
Here we are, Je Capueira Senzala Indonesia
Pharmacia Bandung
![]() |
| Jarot as a leader of Capoeira Senzala Indonesia Pharmacia Bandung Maestre Oke |
Komunitas Capueira baru-baru ini terbentuk di Kampus Sekolah Tinggi Farmasi Bandung, Jln. Soekarno Hatta No. 754 Bandung 40614.
Berminat untuk gabung? Dateng aja ke kampus STFB. Salve!
Langganan:
Komentar (Atom)
















































